Cuma Mangrove (sajak ibu untuk arwah bapaknya)

Cover Buku Puisi

Mengingat ibu di hari ibu 22 Desember ini. Hadiah untuk ibuku adalah puisi ini. Alhamdulilah sudah terbit di salah satu judul buku di atas.

Cuma Mangrove
(sajak ibu untuk arwah bapaknya)
1
berapa abad aku harus menunggumu
sebagai perempuan penadah takdir
kanu yang perlahan lenyap berlayar
menuju garis lautan
perlahan pula airmataku
serupa ombak
mengantarmu pada kelenyapan

2

Kadang aku berbisik pada lautan:
wujudku serupa sunyi yang tiba-tiba suaranya

bagai gelombang terjang-menerjang

menghampiri lamunan

aku yang menyeru

allahumagfirlahu

warhamhu

wa’afihi

wa fu’anhu

3

Bahasaku, do’a lipatan angin laut

Tak pernah reda
Berkali-kali aku membenamkan kesunyian dalam dahan tetumbuhan.
Kukuburkan dalam-dalam.
Tapi wujudku
cuma mangrove.
Akar-akar lilitmelilit dalam genangan.
Seperti kesunyian melilit tubuhku di tepian malam.
Menunggu bintik-bintik cahaya.
Perlahan menjadi benderang.

4
Dan deburan itu
Bebunyian syahwat
Bagaimana bisa aku menunggumu tiap malam
Bayangan-bayangan
Merebahkanmu di ranjang-ranjang
Menyediakan makan malam
Sesaji dan dongeng kesuburan
Lalu kita besenggama
Melahirkan banyak kata-kata:

Anak kita persis sepertimu!
bakatnya mencari kata-kata dalam lautan.

5
Aku hanya setia bertahan

Walau hanya setengah badan
Karena kalian menanamku
: Cuma mangrove
Cuma bisa bertahan!

 

Advertisements

COMENT PLEASE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

stevarandalia

manusia pembelajar

infinitelyprecious

recollection of moments, toughts, and memories

classyoo

This WordPress.com site is the bee's knees

PineapplePoetry

A great WordPress.com site

Journey_of_Mind

sekadar mikrohistori

%d bloggers like this: